03.30.08
The Illegality of human body parts trade….

Sampe saat ini, yang namanya perdagangan organ manusia dilarang keras di Amerika. Alasannya sangat jelas: memperdagangkan organ manusia dilarang dalam sebagian besar agama dan secara moral dan etika merendahkan manusia itu sendiri. Pertanyaannya: apa bener kaya gitu?
Ambil contoh kasus organ ginjal. Dalam majalah Forbers edisi 5 Juni 2006, 66.000 orang Amerika merupakan pasien gagal ginjal dalam daftar tunggu transplantasi organ. 40.000 dari total jumlah tersebut sudah menunggu lebih dari satu tahun. Andai ginjal bisa diperdagangkan, maka dari total jumlah tersebut sebagian mungkin bisa terselamatkan (dengan asumsi mereka memiliki dana atau pun asuransi yang bisa mendanai pembelian dan operasi transplantasi ginjal). Cara paling cepat untuk bisa keluar dari list? Agak satir, tapi memang cuma kematian yang bisa melakukannya. Masalah ini dihadapi baik oleh orang kaya ataupun orang miskin di US, karena larangan perdagangan ginjal berlaku buat semua pihak dan enforcement law yang cukup kuat membuat semua orang gak punya pilihan selain menunggu dengan sabar.
Froeb and McCann dalam bukunya yang berjudul Managerial Economics: A Problem Solving Approach memberikan tiga pilihan jawaban buat pertanyaan di atas. Pilihan anda akan menentukan pendapat dan pandangan anda mengenai perdagangan organ manusia:
1. Perdagangan organ manusia sangat amoral dan tidak etis. Hanya kaum kapitalis yang berpikiran bahwa organ manusia bisa diperjual belikan
2. Orang- orang yang mengatasnamakan agama, moral, dan etis tidak menyadari bahwa larangan itu justru menyebabkan suplai organ menjadi terbatas. Mereka justru menjadi penyebab utama kematian pasien yang menunggu ginjal yang tak kunjung datang
3. Kalo itu memang ilegal, pebisnis Amerika yang pinter bisa mengakalinya dengan meminjam US$ 100 juta dari bank dengan bunga 20 persen per tahun, membangun rumah sakit terapung di atas kapal, berlayar di zona laut internasional (dimana hukum US dan negara lain tidak berlaku), dan memulai bisnis jual- beli ginjal. Asumsikan bahwa dia bisa mematok US$ 200 ribu per ginjal dan mendapatkan keuntungan 10 persen tiap transaksi, sang pebisnis menyadari bahwa dia membutuhkan hanya 1.000 ginjal buat balik modal. Menurut Froeb and McCann, jumlah ini hanya 1 persen dari total demand di US sendiri.
Perdagangan organ manusia memang terkesan negatif dan bikin bulu kuduk berdiri kalo mendengarnya. Dan memang, melegalkannya belum tentu menyelesaikan masalah. Malahan, perdagangan yang legal malah mungkin dapat menyebabkan human trafficking (perdagangan ilegal manusia) dengan tujuan perbudakan (percayalah, masih ada didunia ini), prostitusi, atau pun untuk dibunuh kemudian di ambil organnya menjadi meningkat.
Tapi, seandainya adanya dukungan dari hukum dan sistem yang benar, secara ekonomi (teorinya ya) perdagangan organ dapat menyelamatkan banyak nyawa karena suplai organ akan dengan alami tersedia di pasar, pasar gelap organ pun menjadi surut (ngapain beli di pasar gelap yang beresiko masuk penjara dan lagian harganya sama dengan yang legal?!), aktivitas human trafficking pun menurun. Dan dengan adanya insentif khusus buat yang tidak mampu dari pemerintah, the free market system of organ trade will benefit all.
All in all, ini semua cuman teori dengan sudut pandang Free Market System dan Capitalism. Tentu banyak yang skeptis dengan pandangan ini. Tapi, mengutip kata kata Raymond W. Baker dalam bukunya Capitalism’s Achilles Heel:
“When you operate it properly, with respect and fairness and shared benefits, the system works.”
Picture from howstuffworks.com
Dechiper this message…..if you can

Ada yang bisa memecahkan kode di atas?
Clue: for those who understand programming, use the ASCII-based coding
Hehehe, selamat mencoba. Well, kalo udah mentok bisa refer ke site ini kok.